Aksi kejahatan di dunia perbankan lembaga keuangan muncul lagi, salah satu petinggi Citibank yang dilakukan aksi Malinda Dee, Senior Relation Manager Citibank, yang dengan leluasa telah meraup dana nasabah hingga Rp 20 miliar, menunjukkan masih rentannya bank-bank oleh kejahatan pembobolan. Perlu ada pembenahan sistem untuk mencegah terjadinya hal serupa.
Sistem perbankan secanggih atau sehebat apapun akan tetap bisa dilalui atau di bobol oleh orang bila orang dalam (dalam hal ini karyawan) ikut berperan malah lebih hebatnya orang luar tidak tahu apa-apa yang mereka kerjakan dan mereka lakukan. Jadi dalam pembobolan yang terjadi di Citibank karena peranan orang dalam yang melakukan transaksi fiktif atas sejumlah rekening yang memang seharusnya dikelola dengan baik sebagai salah satu tugas dari pekerjaaan sebagai SPV Private Banking (atau bisa bahkan sebagai penasehat keuangan nasabah baik itu Corporate maupun pribadi).
Dan kalau memang kejahatan itu dilakukan selama kurun waktu (bukan sebentar) berarti aspek pengawasan Bank itu sendiri mungkin dapat dikatakan tidak berjalan dengan baik, dan Bank Indonesia juga berarti tidak dapat menemukan apalagi mencium sejumlah kejanggalan yang telah terjadi di institusi Bank tsb
Tinggalkan sebuah Komentar
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal





